Pembangunan
ekonomi pada hakekatnya adalah serangkaian usaha dan kebijakan yang bertujuan
untuk meningkatkantaraf hidup
masyarakat, memperluas lapanga kerja, meratakan pembagian pendapatan
masyarakat, meningkatkan hubungan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder
dan tersier. Dengan kata lain arah dari pembangunan ekonomi adalah mengusahakan
agar pendapatan masyarakat naik secara mantap dengan tingkat pemerataan sebaik
mungkin. Bertolak dari keadaan ini, kondisi pertumbuhan ekonomi Kota
Lubuklinggau menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun.
Struktur ekonomi Kota Lubuklinggau sesuai dengan ciri perekonomian daerah urban/ perkotaan didomonasi oleh sektor tersier yaitu sektor perdagangan, angkutan, komunikasi, keuangan serta sektor jasa-jasa lainnya. Percepatan petumbuhan ekonomi Kota Lubuklinggau selama lima tahun terakhir tidak lepas dari dampak otonomi daerah. Perhatian Pemeirntah Kota Lubuklinggau terhadap pembangunan daerah khususnya di bidang ekonomi tentunya lebih fokus dan semakin intensif. Pada tahuh 2008 Pemerintah Kota Lubuklinggau menargetkan pencapaian pertumbuhan ekonomi pada angka 6,65 Persen. Tentunya untuk mencapai angka tersebut harus di dukung dengan arah kebijakan pembangunan yang tertuang dalam program dan kegiatan pemerintah tepat sasaran.
b.PDRB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) didefenisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Pembangunan ekonomi merupakan salah satu tujuan proses jangka panjang dari suatu pemerintahan dan sasaran utama proses tersebut adalah bagaimana usaha pemerintah untuk menaikkan “pendapatan per kapita penduduk". Pertumbuhan ekonomi Kota Lubuklinggau sangat dipengaruhi oleh PDRB.
c. Pendapatan Perkapita Pendapatan perkapita menunjukkan besarnya pendapatan yang dapat dinikmati oleh setiap penduduk secara rata-rata. Besaran ini merupakan hasil bagi PDRB dengan jumlah penduduk. Angka pendapatan perkapita lazim digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan penduduk. Namun hal ini perlu diinterprestasikan secara hati-hati karena angka ini belummemperhitungkan net factor income yaitu selisih antara income out flow dan income in flow. Pendapatan perkapita Kota Lubuklinggau selama lima tahun terakhir cenderung meningkat. Pada tahun 2007 berdasarkan harga berlaku pendapatan perkapita Kota Lubukinggau sebesar Rp. 7.991.232,-. Nilai tersebut meningkat apabila dibandingkan tahun 2006 sebesar Rp. 7.238.460,-.
d.Tingkat Inflasi
Inflasi
merupakan salah satu indikator makro seperti halnya pertumbuhan ekonomi dan
tingkat pengangguran. Secara umum inflasi di Kota Lubuklinggau dalam lima tahun
terakhir cenderung menurun, dari 6,75 persen pada tahun 2002 menjadi 5,94 pada tahun
2006. Laju inflasi yang semakin terkendali ini merupakan salah satu prakondisi
yang mendukung pencapaian percepatan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2006.
download file :